Cara Menyimpan Material Ketika Renovasi Rumah

Membeli materi bangunan sekaligus dalam jumlah banyak dalam beberapa ahad sebelum renovasi ialah boleh-boleh saja. Namun, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan wacana penyimpanannya. Nah, berikut ini ialah cara menyimpan material ketika renovasi rumah.
Material Disimpan ke Dalam Lahan Renovasi
Kerap kali kita menyaksikan tumpukan materi bangunan menyerupai pasir, watu bata, dan genting diletakkan di tepi jalan pada muka lahan yang tengah direnovasi. Padahal, semua material bangunan yang disimpan harus masuk ke dalam lahan renovasi menurut peraturan daerah. Hal ini bertujuan semoga tumpukan material tersebut tidak mengganggu jalan yang berada di depan area pembangunan. Oleh karena itu, pertimbangkan apakah lahan kita cukup untuk menampung materi bangunan yang kita beli di awal waktu tersebut.
Penanganan Khusus Material Saat Disimpan
Material tertentu memerlukan suatu penanganan khusus ketika disimpan. Contohnya ialah semen. Letakkan semen di tempat yang terlindung dari air lantaran semen akan mengeras. Berikan naungan yang melindunginya dari air hujan. Hindari semen bersentuhan dengan tanah secara langsung. Oleh alasannya itu, beri balok-balok kayu yang dilapisi dengan tripleks pada bab bawahnya.
Perhatikan Tumpukan Batu Bata
Related
Penyimpanan Pasir
Pastikan pasir tidak berceceran ketika menyimpannya sehingga tidak mengganggu jalan. Pastikan pula pasir tidak menyumbat selokan. Sebaiknya pasir disimpan pada tempat yang rata dan tidak terkena air hujan karena pasir mudah terbawa oleh air.
Material Mudah Pecah Dibeli Saat Dekat dengan Pemasangan
Beli materi bangunan yang gampang pecah menyerupai beling dan keramik ketika waktunya bersahabat dengan pemasangan. Bila disimpan terlalu lama, maka risiko material ini pecah karena tertimpa materi bangunan lain juga akan menjadi lebih besar.